Rekreasi Perjalanan Kehidupan

Kehidupan adalah bagian dari sebuah cerita yang sudah diatur oleh yang maha kuasa, tinggal bagaimana caranya kita menjalaninnya. Apakah kita ingin akhir yang bahagia atau akhir yang menyedihkan ataukah kita tinggal memilih surga atau neraka yang ingin kita raih.

Hidup dan kehidupan adalah sesuatu hal yang tak dapat dipisahkan dari manusia. Dimana hidup adalah sesuatu hal yang bergerak sedangkan kehidupan adalah bagaimana cara dan manusia untuk bertahan dalam hidup. Hidup ini akan menjadikan kita berarti apabila orang mau menghargai keberadaan kita, mau menerima kita apa adanya dan menjadikan kita bagian dari kehidupan mereka. Tapi alangkah sedihnya manusia apabila dalam hidupnya ia merasa dirinya tak dihargai, tak diterima bahkan diasingkan dalam kehidupannya maupun kehidupan masyarakatnya karena ulah dan tingkah lakunya sendiri.

Bukankah eksistensi penghargaan manusia didalam hidupnya adalah untuk diakui didalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan bagaimana cara dan sikap apa yang dia lakukan untuk mendapatkan penghargaan ini tergantung pada apa yang ingin ia lakukan, apakah ia akan berbuat kebaikan ataukah kejahatan yang akan dia lakukan. Sebab merekalah yang akan menerima atas ganjaran apa yang ia lakukan. Seperti pepatah apabila kita menanam maka kita juga yang akan menuainnya. Berarti apabila kita berbuat kebaikan maka kita juga yang akan menikmatinya dan apabila kita melakukan kejahatan maka kita juga akan merasakan akibatnya.

Tapi inilah hidup yang harus kita hadapi dan kita lalui hingga batas akhir penantian. Kehidupan tak selalu indah yang kita harapkan, tak sebagus didunia khayalan yang bisa kita imajinasikan sesuka hati, yang bisa kita inginkan seketika. Tapi ini adalah dunia nyata yang semuanya serba tak terduga. Kita berbuat baik pada seseorang jangan terlalu berharap kita akan mendapatkan balasan yang sama. Tetapi berusaha dan terus berusaha akan dapat memberikan inspirasi bagi orang untuk melakukan hal yang sama. Sehingga penghargaan itu akan dapat kita terima dari kehidupan masyarakat.

Bagaimana kita menyikapi Hidup!

Terkadang kita merasa jenuh terhadap sesuatu, bosan karena melakukan aktifitas yang sama tanpa adanya perubahan-perubahan yang berarti yang membuat kita merasa hidup ini hambar tanpa tujuan, hanya aktiftas itu saja. Tetapi berbeda dengan orang yang mempunyai tujuan hidupnya, dia akan mencari sesuatu yang baru tentang akan sebuah penciptaanya, dia akan selalu mencari tahu jati dirinya dan untuk apa dia ada didunia ini sehingga dia akan selalu berusaha dan terus berusaha untuk mencari aktifitas yang dapat mencari jawaban atas tujuan hidupnya sehingga ia bisa mendapatkan kebahagiannya dalam pencariaanya hingga ia bisa mendapatkan arti dari hidupnya.

Hidup bisa kita sikapi dengan sewajarnya, bahwa kita hidup karena diciptakan oleh sesuatu, dan sesuatu itu harus lebih daripada kita, dan dia memberikan kita hidup pasti karena ada sesuatu tujuan dari penciptaan kita, dan inilah yang harus kita sikapi apa tujuan dari hidup kita. Apakah kita hidup ini untuk bersenang-senang atau berfoya-foya untuk menikmati penciptannya, tanpa kita sadari adanya ujung dari sebuah penantian (kematian) ataukah kita hidup ini hanya untuk berbuat kebaikan kepada orang lain tanpa memikirkan kehidupan kita ataukah tujuan hidup kita untuk menyebah kepada sang pencipta karena ia telah menciptakan kita.

Mungkin sebagian dari hidup kita, kita lalui dengan kesalahan-kesalahan yang membuat kita jauh dari sang pencipta. Tanpa kita sadari kita semakin lama semakin menjauhinya. Tapi bukan berarti kita tidak ingin tobat kepadanya. Karena kita merasa bahwa dia tak pernah jauh dari kita. Terkadang kita mempunyai perasaan bersalah dari dalam diri kita ketika kita melakukan kesalahan dan kita rasanya ingin memohon ampun atas semua itu, karena telah mensia-siakan hidup kita. Tapi itulah kita manusia selalu lupa dan lupa dan mungkin tempatnya lupa. Adaikan adam dan hawa tak lupa mungkin kita tidak akan ada didunia ini. Tapi walaupun demikian kita tetap di berikan kesempatan untuk memperbaiki hidup sebelum sampai batas waktu hidup kita, sebelum ajal menjemput.

Sikapilah hidup ini dengan kebaikan menjalankan semua perintahnya dan menjauhi semua larangannya karena dia akan mengantarkan kita kepada kenikmatan hidup baik didunia maupun diakhirat kelak. Lakukan kebaikan untuk mendapatkan apa yang kita ingingkan jangan menghalalkan segala cara karena menghalalkan segala cara akan membuat kita terlena. Hadapilah hidup dengan optimisme bahwa kita bisa mengapai apa yang kita citakan dan harapkan.

Menyikapi kehidupan tak lepas dari perjalanan hidup manusia yang terkadang sedih dan bahagia yang datang silih berganti. Kehidupan manusia tak lepas daripada dua hal tersebut yang akan selalu kita hadapi, tapi bagaimana mereka dalam menyikapi hal tersebut itu mencerminkan diri manusia.

Bagaimana menyikapi kesedihan dalam hidup!

Kesedihan adalah sesuatu hal yang paling tidak kita inginkan dalam hidup ini karena kesedihan bisa membuat seseorang hilang kedali hingga menggalami depresi yang berat (strees) bahkan hilang akal (sakit jiwa) hingga pada ujung kematian yang disebabkan tak sanggup dalam menghadapi tantangan hidup.

Banyak orang yang gagal dalam menghadapi kesedihan hidup ini, bahkan mereka ketika mendapatkan cobaan hidup mereka halalkan segala cara untuk mendapatkan kebahagian mereka. Yang terkadang melampaui kebiasaan mereka yang menyebabkan mereka semakin tenggelam dalam kehidupan mereka dan semakin terpuruk dalam kegelapan maksiat. Karena mereka tak bisa menyikapi kesedihan dalam hidup ini.

Kesedihan hidap bisa kita sikapi dengan arif dan bijaksana, dengan mengatakan bahwa kesedihan adalah bagian dari hidupku yang harus ku jalani dan kesedihan hanyalah sebagian dari cobaan yang harus kulalui sebelum tiba masa bahagiaku. Hadapi kesedihan sebagai tantangan atau cobaan dari sang pencipta dengan kita lebih mendekatkan diri kita kepadanya bukan menjauhinya.

Dan pelajari bahwa kesedihan adalah bagian dari hidup yang harus dijalani, banyak orang yang sanggup menghadapi kesedihan daripada kebahagian hidup. Karena kesedihan membuat kita sadar akan adanya penciptaan kita. Jangan kita menganggap kesedihan sebagai musuh yang harus dijauhi tetapi hadapi kesedihan sebagai suatu kenikmatan yang lebih karena ia bisa mendekatkan kita pada sang pencipta, yang sulit kita dapatkan ketika kita mendapatkan kebahagian. Kesedihan apabila kita dapat lalui maka kita akan mendapatkan kebahagian yang tak terkira harganya dan kita akan mengetahui makna dari hidup ini. Hadapi kesedihan dengan lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta, minta nasehat kepada orang yang lebih arif dan bijaksana, utarakan kesedihan kepada orang yang bisa kita percaya sehingga akan mengurangi beban kesedihan kita walaupun orang itu tak bisa membantu dengan menceritakan kesedihan akan mengurangi beban pikiran kita. Jangan memendam kesedihan karena akan membahayakan diri kita, kalau lama kelamaan dipendam dia akan menjadi semakin berakar yang akan semakin sulit untuk menyelesaikannya hingga menjadi penyakit bahkan hingga kematian. Kesedihan bukanlah musuh kesedihan adalah pembersih untuk membersihkan hati dan jiwa yang telah kotor selama ini karena ulah kita, dengan tetesan air mata akan membersihkan hati dan jiwa, membuat penglihatan mata dan hati akan menjadi jernih dan kita bisa merasakan baik dan buruk untuk suatu kejadian.

Bagaimana kita menyikapi Kebahagian dalam Hidup!

Kebahagian hidup adalah kenikmatan yang indah dalam kehidupan manusia yang membuat seseorang merasa hidupnya akan lebih lama, yang membuat ia bergairah kembali untuk bertahan dan berusaha untuk selamanya hidup. Banyak orang yang terselamatkan karena kebahagian hidup, orang yang hampir mati bisa bangkit kembali ketika mendapatkan kebahagian dari istri, anak dan cucunya yang menyanyanginya, karena cita kasih mereka memberikan harapan kepadanya untuk bertahan hidup. Dan Orang yang hampir bangkrut dan frustasi bisa bangkit lagi karena mendapatkan kebahagian dari keluarga dan temanya berupa materi, semangat dan motivasi untuk dia bisa bangkit kembali.

Kebahagian hidup tak bisa diukur dari materi semata, kebahagian hidup tidak bisa diukur dari kekayaan, uang yang berlimpah, mobil yang bagus, rumah yang mewah, tetapi kebahagian hidup hanya ada dihati dan hatilah yang merasakan arti sebuah kebahagian hidup. Apalah arti sebuah rumah yang mewah kalau hatinya sempit. Apalah arti mobil yang bagus tapi dirasakan hati selalu was-was dan curiga. Kebahagian hidup tak hanya materi tetapi juga bisa kita dapat dari non materi dari sebuah senyuman, motivasi, tingkah laku dan semangat untuk hidup dari keluarga, teman dan kekasih. Ada kebahagian hidup yang paling besar yaitu adanya hidayah dari sang pencipta berupa iman. Yang meberikan kita kebahagian hakiki untuk selamanya.

Banyak orang menyikapi kebahagian hidup dengan secara berlebih-lebihan, tanpa memikirkan akhirnya nanti mungkin karena ia kaya, ataupun ia baru mendapatkan sesuatu hal belum ia pernah dapatkan. Mereka melakukan hal yang tak sewajarnya hingga berlebihan yang membuat mereka menjadi hina dihadapan sang pencipta. Mendapatkan kebahagian lebih sulit daripada kesedihan tetapi kebahagian lebih gampang membuat seseorang jatuh terjerumus kedalam kenistaan daripada kesedihan. Kebahagian banyak membuat orang jauh dari sang penciptanya karena ketika bahagia seorang lebih banyak lupa daripada ingat akan tuhannya.

Sikapi kebahagian hidup sebagai cobaan dari sebuah kehidupan, hadapi kebahagian adalah sebagian ujian terhadap kesetian kita kepada sang pencipta karena banyak manusia yang lupa terhadap sang penciptanya ketika mendapat ujian kebahagian. Rayakan kebahagian dengan hal yang sewajarnya, jangan berlebihan hingga berfoya-foya tanpa batas. Syukur dan berterima kasih karena telah diberikan kebahagian dengan lebih mendekatkan kepada sang pencipta agar diberikan kenikmatan yang lebih. Dengan melaksanakan semua perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

Hidup adalah sebuah cerminan dari sebuah kehidupan manusia yang mencari jati dirinya atas penciptaannya. Hidup membuat manusia bisa beraktifitas dan bergerak dan menyesuaikan akan keinginannya. Tapi manusia selalu direlung pertanya dan pertanyaan mengapa tuhan menciptakannya kedunia ini, mengapa ia ada dan tujuan apa yang hendak dicari dan mengapa sesuatu itu dibuat selalu berpasangan dan bertentangan.

Inilah dinamika kehidupan yang selalu akan ada mengapa manusia terlahir kedunia, apa yang diinginkan pencipta kepadanya. Apa tujuan hidupnya dan apa yang hendak dicari manusia dalam hidup ini. Semua ini adalah gambaran krusial yang selalu melekat dalam jiwa manusia apalagi bila ia sedang mencari jati dirinya dalam hidup ini. Kita selalu dihadapkan pada sebuah gambaran pertentangan mengapa ia seperti ini dan saya seperti ini terkadang kita pun berkata bahwa tuhan tidak adil karena kita diciptakan tidak sama seperti yang lain, tetapi dilain waktu kita berkata tuhan ini adil karena ada dia, aku bisa menjadi seperti ini. Kita selalu dihadapkan pada sebuah permasalahan apa dan mengapa, apa ini dan mengapa ini bisa terjadi tanpa bertanya dan mencerna lebih dahulu. Dan menganggap pencipta itu salah walau nantinya ia akan berkata ternyata tuhan itu benar.

Mungkin kita masih ingat cerita seorang musafir yang kelelahan dan beristirahat di pohon besar sambil melihat disekelilingnya, sambil ia berkata alangkah enaknya jika pohon besar ini buahnya besar mungkin saya sudah bisa menikmati buahnya, tapi sayang buahnya kecil, tuhan memang tak adil, “katanya”. Bagaimana mungkin pohon besar buahnya kecil, sedangkan semangka aja buahnya besar batangnya kecil, kalau tuhan mau adil seharusnya pohon besar buahnya juga besar. Kemudian ia tertidur, tiba-tiba ia terbangun dan terkejut karena kejatuhan buah dari pohon besar itu dan mengenai hidungnya dan betapa kagetnya dia sambil berucap untung saja buah ini kecil, coba kalau buah ini sebesar apel atau durian mungkin hidung ku sudah patah, dan dia pun berkata ternyata tuhan ini adil, dia menciptakan sesuatu sesuai dengan ketentuannya.

Dari hal ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa kehidupan ini telah diciptakan oleh sang pencipta karena sudah melalui ketentuan dan kehendaknya. Kita ada didunia ini karena dia menginginkan kita ada didunia ini. Apakah kita ingin menjadi baik atau jahat itu tergantung diri kita, tuhan hanya menciptakan kejadian kita sedangkan kehendak dan kemauan ada pada kita. Bagaimana kita menghargai penciptaan kita itulah yang menentukan kita diakhir nanti. Baik kita berlaku maka surga tujuan kita, jahat kita berbuat neraka menunggu.

Pesanku Jauhi larangannya dan patuhi perintahnya akan membawa makna hidup kita. Kita ada karena sudah tercipta, sesuatu tercipta karena sudah ada ketentuan dan kehendaknya. Jalani hidup dengan sebenarnya dan jadikan hidup kita lebih berarti.

Kalau hulu sungai hati bersih dan indah, maka hingga muara akan jernih, peliharalah kejernihan itu, biar dapat diminum oleh semua makhluk

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s